SalamApps, Aplikasi Kirim Pesan Buatan Indonesia yang Mendukung Komunitas

15 comments
Berkat perkembangan teknologi, saat ini komunikasi sangat mudah dilakukan. Berbagai aplikasi berkirim pesan pun bermunculan dengan fitur dan keunikannya masing-masing. Tidak hanya developer asing, kini developer lokal pun semakin kreatif mengembangkan aplikasi berkirim pesan salah satunya SalamApps



SalamApps adalah aplikasi chatting buatan lokal yang bisa berkirim pesan dalam bentuk tulisan, stiker, gambar, video, dan suara. SalamApps dibuat oleh PT Lintas Insan Nur Inspira (LINI). Kata "Salam" yang berarti damai atau pernyataan hormat dipilih unutk memberikan nuansa kedamaian saat kita menggunakan aplikasi ini

SalamApps memiliki tiga fitur utama yaitu Komunikasi, Berbagi Konten, dan Portal komunitas. Fitur komunikasi berupa chatting sesama pengguna juga bisa melalui grup yang tidak terbatas. Dengan fitur berbagi konten, kita bisa share gambar dan video yang akan muncul di timeline. Selain itu, kita juga bisa mengakses berita terbaru mengenai SalamApps, lokal, dan mancanegara di fitur ini.

aplikasi chatting indonesia salamapps
Fitur Berbagi Konten dari SalamApps

Satu lagi fitur menarik dari SalamApps yaitu Portal Komunitas. Di fitur Portal Komunitas, kita bisa bergabung di beberapa komunitas yang sesuai dengan minat, tidak hanya itu kita juga bisa berbisnis dan mencari pekerjaan dengan fitur ini. Bagi kamu yang mempunyai komunitas, kamu bisa mendaftarkan komunitasmu dan berbagi tentang komunitas di aplikasi ini.

aplikasi chatting indonesia salamapps
Selain gabung komunitas, bisa buat komunitas juga

Masih ada beberapa fitur lain di SalamApps seperti Sahabat dan Ibadah. Saat ini SalamApps telah tersedia di PlayStore, bisa juga download langsung di bawah ini:


Sop Durian Kuliner Khas Medan

4 comments
Durian sangat terkenal di Medan, saking terkenalnya, jika ada kerabat dari luar kota yang datang ke Medan, Durian pasti jadi salah satu makanan yang jadi rekomendasi. Sebagian besar warga medan pun suka menikmati buah berduri ini. Terlihat dari banyaknya penjual Durian di beberapa jalan di Medan. Biasanya cara makan Durian adalah dengan cara dimakan langsung dari buahnya dengan menggunakan tangan. 

Durian dimakan langsung dari buahnya atau dimakan dengan nasi, bosan ga sih gitu-gitu aja kalau makan Durian? Nah, di Maidanii Pancake Durian, kalau dulu cara makan Durian itu pakai tangan, sekarang dah muncul gaya baru cara makan Durian, pakai sendok.

maidanii pancake durian medan


Minat besar terhadap Durian membuat beberapa orang kreatif menciptakan berbagai olahan dari Durian, seperti di Maidanii Pancake Durian. Disini mereka justru tidak menyajikan durian yang masih lengkap dengan durinya. Di Maidanii Pancake Durian, Durian diolah menjadi beberapa makanan yang selain unik, juga menggugah selera seperti Pancake Durian, Durian Saus Vanilla, Es Cendol Durian, Durian Goreng, dan satu lagi signature dish mereka yaitu Sop Durian.

Sop Durian di Maidanii Pancake Durian adalah kuliner khas Medan berupa secangkir es Durian yang dilengkapi dengan agar-agar, nangka, alpukat, kelapa muda, dan tidak lupa parutan keju diatasnya. Rasa manis durian dan nangka, kenyal agar-agar dan kelapa muda, wangi nangka dan alpukat, dan segeeerr pun berkumpul dalam secangkir Sop Durian ini.

Sop Durian Maidanii
Segeeerrnyaaa Sop Durian apalagi pas siang panas (Rp.18.000)
sumber gambar: medan.tribunnews.com

Ada juga Durian Saus Vanilla, secangkir Durian dengan pulut, brownies, parutan keju, dan saus vanilla. Durian campur brownies, cemana tuh ya?  Pancake Durian, ada? Pasti ada dong! Pancake Durian yang lumer di mulut pecah di lidah dengan harga yang cukup murah, 16ribu dapat 4pcs pancake.

durian saus vanilla maidanii
Durian Saus Vanilla, Durian + Brownies? (Rp.18.000)

pancake durian maidanii medan
Lumer di mulut pecah di lidah :9 (Rp.16.000)

menu pancake durian maidanii
Menu Pancake Durian Maidanii

Olahan Durian yang unik ini pastinya banyak menarik perhatian pecinta kuliner Medan apalagi Durian, ide kreatif dari Maidanii Pancake Durian membuat café mereka yang beralamat di jalan HM Yamin cukup ramai setiap harinya oleh para penggemar Durian juga pengunjung yang ingin merasakan rasa baru dari Durian.

Selain kuliner olahan Durian, Maidanii juga menyediakan menu lain seperti nasi goreng, mie, goreng, nugget dan aneka dimsum kukus seperti siomay udang, kepiting, ayam, jamur, dan rumput laut juga aneka dimsum goreng seperti leng hong kien, lumpia udang goreng, dan bola-bola udang. Kalau belum kenyang abis pesan Sop Durian, bisa tambah pesan menu menu ini. 

lumpia goreng udang maidanii
Lumpia Goreng Udang (Rp.18.000)

siomay kepiting maidanii
Siomay Kepiting (Rp.16.000)

Kalau ga sempat atau kejauhan, di Maidanii juga bisa delivery via gojek. Maidanii juga menyediakan free Wi-Fi jadi bisa internetan dan check-in sambil nunggu Sop Durian sampai ke meja. Penasaran sama Sop Durian Kuliner Khas Medan Maidanii dan menu lainnya? Langsung aja ke alamat Maidanii Pancake Durian di jalan HM Yamin atau biasa disebut Serdang No.121 Medan sebelah Sate Padang Al-Fresco.

Di Maidanii Pancake Durian, rasa Durian ga gitu-gitu aja!


Maidanii Pancake Durian
Phone: 0812-6524-4769
Buka mulai jam 11 siang sampai 10 malam

Shaberoukai: Demi Bumi, Demi Kita

3 comments
Kemarin kemarin, hari selasa lebih tepatnya, aku kembali mendapatkan kesempatan ikut Shaberoukai, sebuah kegiatan di konsulat Jepang di Medan. Shaberokai adalah tempat ngobrol dengan pembicara dan topik yang berbeda setiap bulannya. Ngobrol pun dilakukan dengan menggunakan bahasa Jepang. Tidak perlu khawatir jika tidak mengerti karena ada beberapa senior yang akan membantu menjelaskan, seperti aku kemarin yang ikut padahal tidak mengerti bahasa Jepang (alhasil jadi sering colek kakak di depan buat minta dijelasin ulang).

Ini kedua kalinya aku ke Shaberoukai, sepertinya wajah anggota disini sudah banyak berubah dibanding pertama kali kesini. Bingung kapan terakhir kesini, aku kira sekitar setahun yang lalu, ternyata setelah melihat postingan lama tentang shaberokai, pertama kali aku ikut ternyata tiga tahun lalu, sungguh jauh jarak nya haha.

Kalau kemarin kemarin itu temanya tentang music, kemarin temanya tentang lingkungan dengan Murayama Akihiro sebagai pembicara. Pas sama momen hari bumi yang baru aja lewat.


shaberoukai medan


Ngobrol ini dibuka dengan jumlah total jomblo di Indonesia, eh salah maksudnya itu jumlah total sampah yang dibuang warga Indonesia pertahun yaitu sekitar 3 juta ton dan ini menjadikan Indonesia negara kedua dengan sampah terbanyak.

Dampak dari buang sampah sudah banyak kita dengar, tapi sebagian dari kita masih tetap saja dengan mudahnya buang sampah sembarangan. Mungkin karena dampaknya yang belum terlalu terasa, kalaupun ada, mungkin hanya banjir yang tinggal tunggu seminggu dah ilang. Tapi, bagaimana dengan selain manusia? 

Seperti hewan misalnya, yang sebagiannya kita anggap lucu, yang sebagiannya kita ingin pelihara, yang sebagiannya kita harap agar tetap ada di bumi ini. Sadar atau tidak, sampah yang dibuang sembarangan memberi dampak yang buruk terhadap mereka. Ada yang mati karena memakan sampah, ada yang mati karena terjerat sampah.

Seingat aku, Jepang adalah negara yang sangat menjaga kebersihan. Tapi ternyata, sekitar 60 tahun lalu ternyata warga Jepang suka membuang sampah sembarangan. Bukan hanya warga, bahkan pabrik juga, pabrik membuang limbah ke laut dan sungai yang menyebabkan munculnya penyakit "itai-itai", Minamata, dan penyakit pernapasan Yokkaichi


Penyakit Itai-itai

Istilah ini berasal dari kata "itai" yang artinya sakit. Istilah ini diciptakan oleh penduduk sekitar Prefektur Toyama yang pada waktu itu terkena dampak dari pembuangan limbah dari perusahaan pertambangan. Air sungai yang tercemar karena pembuangan limbah ini mengakibatkan warga sekitar yang menggunakan air sungai mengalami sakit di kaki dan tulang belakang. Gaya berjalan juga menjadi pincang karena cacat tulang dengan penyakit lain seperti gagal ginjal, batuk, kanker, anemia, yang akhirnya menyebabkan kematian.


Penyakit Minamata

Nama Minamata berasal dari nama kota tempat penyakit ini mewabah, Minamata. Penyakit Minamata disebabkan oleh limbah merkuri yang dibuang oleh perusahaan batu baterai di teluk Minamata. Warga sekitar yang memakan ikan dari teluk Minamata pun mengalami keracunan dengan gejala tangan dan kaki gemetar, berkurangnya kemampuan panca indera, lumpuh, gila, hingga kematian.


Penyakit Asma Yokkaichi

Penyakit ini muncul di kawasan industri Kota Yokkaichi. Limbah asap yang dikeluarkan dari pabrik mengandung sulfur oksida yang sangat banyak. Pencemaran udara yang parah di Yokkaichi mengakibatkan warga disana mengalamin penyakit asma, bronkitis kronis, dan penyakit pernapasan lainnya.

Tiga penyakit tadi masuk kedalam Four Big Pollution Diseases of Japan, penyakit yang disebabkan oleh pencemaran lingkungan oleh manusia. Jepang pun sadar betapa pentingnya untuk tidak membuang smapah seperti limbah secara sembarangan. Untuk itu peraturan baru tentang membuang sampah pun diberlakukan dan tidak hanya untuk pabrik, tapi juga warga Jepang.

Pemerintah pun terjun langsung ke masyarakat mengajarkan tentang membuang sampah. Di Jepang, sampah - sampah dibedakan dalam beberapa jenis dengan tempat sampah yang banyak jenisnya juga sesuai dengan jenis sampah. Sekarang, Jepang menjadi negara yang bersih. Daerah yang tercemar pun sudah jauh membaik jika dibandingkan dengan dulu.

shaberoukai medan


Banyak negara yang sudah mulai memperhatikan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kita yang di Indonesia pun jangan mau ketinggalan. Yok kita biasakan diri kita untuk membuang sampah, dan ikut mengajak orang sekitar juga. Pentingnya membuang sampah pada tempatnya juga harus diajarkan sejak dini. Karena, ketika seorang anak menganggap membuang sampah sembarangan adalah hal yang biasa, apa yang terjadi ketika dewasa nanti dia bekerja di pabrik? apakah kita mau apa yang dulu terjadi di Jepang terjadi di Indonesia yang indah ini?

shaberoukai medan